Penempatan Kelas untuk Si Kembar
Dini Safitri
Guru dan kawan pasti dilanda kebingungan dalam mengidentifikasi dua teman yang berwajah sama. Oleh karena itu, ada beberapa masukan yang dapat Anda ikuti seputar hal penempatan kelas.
Hal pertama yang dapat Anda lakukan, Anda dapat merencanakan dan mendiskusikan seputar penempatan kelas kepada si kembar, apakah yang lebih mereka sukai berada di kelas yang sama atau terpisah. Keputusan apapun yang dibuat, maka tidak ada keputusan yang benar atau salah. Karena keputusan apapun yang dibuat memiliki alasannya masing-masing. Dan setiap keputusan yang telah diambil tersebut dapat dievaluasi setiap tahunnya selama si kembar bersekolah. Dan alangkah baiknya bila Anda, mengambil keputusan penempatan kelas selanjutnya juga bersama-sama dengan beberapa pihak lain, seperti guru mereka di kelas, adminitrasi sekolah dan tentunya si kembar sendiri.
Ada beberapa sekolah yang cenderung untuk memisahkan si kembar. Terlebih lagi berdasarkan sebuah survey dari National Organization of Mother of Twins Clubs (NOMOTC) yang mengindikasikan bahwa 43% dari para pendidik mempercayai bahwa si kembar sebaiknya berpisah sekolah. Dan berdasarkan hasil survey tersebut, pemisahan sekolah ini sebaiknya di mulai dari taman kanak-kanak. Namun banyak orangtua yang tidak setuju dengan hasil survey tersebut. Dengan asalan, para pendidik itu hanya menghindari diri dari kesalahan yang mungkin mereka lakukan karena salah mengenali si kembar. Sebaliknya, banyak para orangtua yang menyakini bahwa pemisahan kelas akan membuat si kembar mereka merasa tidak nyaman berada di kelas, sehingga mereka lazimnya meminta administrasi sekolah untuk menempatkan si kembar dalam kelas yang sama.
Lalu, bagaimana solusinya agar orangtua merasa yakin diri bahwa keputusan mereka sudah baik dan benar untuk si kembar? Tentunya keputusan tersebut harus mempertimbangkan beberapa aspek, terutama aspek psikologis si kembar. Apa saja kelebihan yang dapat dinikmati si kembar bila mereka ditempatkan dalam satu kelas, terlebih pada awal mereka bersekolah dan sampai kapan?
Pertama-tama, Anda dapat menanyakan problem ini kepada orangtua kembar lainnya yang sudah memiliki pengalaman lebih daripada Anda. Cari tahu hal apa saja yang terjadi pada beberapa kasus dan sejumlah solusi yang mereka terapkan bagi anak kembar mereka masing-masing.
Mendiskusikan penempatan kelas kepada guru si kembar, juga hal yang bijak. Bila si kembar belum merasa nyaman dengan suasana sekolah, maka Anda dapat bermain dengannya dalam permainan yang bisa mengakrabkan suasana kelas kepadanya. Terutama bermain yang bisa mengenalkannya dengan teman seluruh kelasnya. Dalam permainantersebut, Anda dapat menilainya, apakah mereka dapat bersosialisasi dengan baik bersama anak-anak lain? Apakah mereka dapat mengabungkan diri dengan anak-anak yang lain, atau mereka hanya nyaman bermain berdua saja. Dalam diskusi ini, Anda dapat mengabungkan antara pengalaman gurunny bersama si kembar dengan pengalaman Anda. Dan bila pengalaman Anda dengan gurunya, mengalami irisan yang kecil, maka Anda jangan berusaha menutupi fakta tersebut . Lakukanlah evaluasi yang terbuka dan dengarlah dengan seksama segala komentar yang ada.
Nah, tiba gilirannya untuk mendiskusikan penempatan kelas ini kepada si kembar. Maka Anda harus membuat sesi-sesi khusus kepada masing-masing, agar pembicaraan yang terjadi sifatnya dari pribadi ke pribadi. Oleh karena itu, kondisi Anda pun dalam keadaan yang siap mendengarkan apa yang akan mereka katakan.
Dalam setiap pembicaraan ini, dengarlah perasaan hatimu. Anda tentu lebih mengenal si kembar Anda, dibandingkan olah orang lain. Yakinlah pada keputusan Anda, seperti Anda yakin dapat merawat si kembar dengan baik. Ingatlah keputusan ini setiap tahun harus dievaluasi, karena ada yang banyak terjadi dalam setahun tersebut. Karena banyak yang terjadi, maka banyak hal yang ikut berubah. Jadilah, bersifatlah fleksibel.
Berikut ini beberapa alasan untuk penempatan kelas terpisah. Pertama, untuk menghindari kebingungan guru dan teman dikels. Kedua, untuk menghindari situasi yang tidak nyaman dikelas sehubungan kehadiran anak kembar yang selalu menyita perhatian lebih dari lingkunganya. Ketiga, untuk menghindari persaingan yang tidak sehat antara si kembar, atau si kembar melakukan kerjasama untuk berbuat keonaran di kelas. Keempat, atas alasan kemandirian, si kembar lebih baik dipisahkan kelasnya. Kelima, dengan dipisahkan kelasnya mereka akan lebih cepat menemukan sisi keunggulan mereka masing-masing. Namun apapun alasan dan keputusannya, semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. |