Mendampingi anak dalam perjalanan masa tumbuh kembangnya untuk menjadi generasi yang unggul secara fisik dan mental adalah aktivitas yang sangat menantang. Perasaan senang, bahagia, tegang, cemas, dan berbagai peprsaaan lain berkecamuk, datang silih berganti. Tak jarang muncul masalah dan pertanyaan yang membingungkan, namun menantang untuk segera dicari jawabannya. Melalui Inspired Kids, para pakar yang budiman akan membantu orangtua untuk mendapatkan jawaban atas berbagai pertanyaan seputar pengasuhan dan pendidikan anak, sejak janin hingga masuk usia remaja.
Bagaimana cara mengobati adik saya (11 tahun) yang masih suka mengompol?
Yulita Pontianak, Kalimantan Barat
Jawaban :
Saudari Yulita pada umumnya anak setelah berusia 5 tahun sudah tidak mengompol lagi. Sayangnya, Anda kurang memberikan informasi yang lebih lengkap mengenai kondisi adik Anda.
Mengompol atau enuresis ada dua jenis, yaitu enuresis primer (anak belum dapat mengontrol buang air kecil, atau masih mengompol sampai usianya lebih dari 5 tahun), dan enuresis sekunder (anak sudah mampu mengontrol buang air kecil atau sudah tidak mengompol sebelum usia 5 tahun, tetapi kemudian mengompol lagi setelah usia 5 tahun).
Enuresis primer bisa disebabkan oleh faktor biologis – walaupun sangat jarang terjadi – seperti kandung kemih yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya sehingga tidak dapat mengontrol keluarnya urin, adanya infeksi pada organ yang terlibat pada buang air kecil, atau organ kandung kemih yang abnormal. Selain itu enuresis primer juga dapat disebabkan oleh faktor psikososial, diantaranya penerapan toilet training yang kurang efektif serta pola asuh yang kurang efektif (seperti kurangnya penerapan tanggung jawab terhadap anak atau terlalu memanjakan).
Sedangkan enuresis sekunder biasanya disebabkan oleh kondisi tertekan atau stres yang dialami anak, misalnya adanya trauma secara emosional. Untuk penanganannya, perlu kerjasama dari semua anggota keluarga. Dalam hal ini seluruh anggota keluarga harus bersepakat untuk mengatasinya.
Namun perlu juga diingat bahwa perhatian atau reaksi yang terlalu berlebihan mengenai masalah tersebut dapat mempengaruhi konsep diri anak (misalnya anak menjadi rendah diri atau malu untuk bersosialisasi). Demikian juga pemberian hukuman tidak efektif dalam menangani masalah tersebut, sehingga tetap perlu disikapi dengan lebih bijak. Hal-hal yangdapat dilakukan antara lain; membatasi minum atau konsumsi cairan pada malam hari, tidak minum setidaknya 2 jam sebelum tidur, membiasakan membangunkan anak untuk buang air kecil sedikitnya satu kali ketika sedang tidur malam (dapat ditentukan pada waktu biasanya anak buang air kecil). Untuk anak usia 11 tahun sudah dapat diajak berdiskusi dan bekerjasama untuk mengatasi masalah tersebut bersama-sama. Lakukan aktifitas tersebut secara intensif, jika setelah 3 bulan tidak ada perubahan, dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan profesional seperti psikiater atau psikolog. Jika diperlukan akan dilakukan pemeriksaan terhadap organ yang terlibat dalam proses buang air kecil untuk memastikan tidak adanya ganguan yang menyebabkan enuresis.
Yelia Dini, M.Psi, Klinik Kancil
Sulit Konsentrasi
Anak laki saya (10 tahun) sangat sulit konsentrasi. Saya sudah pernah membawanya ke psikolog anak (IQ 106) dan disarankan untuk ikut remedial teaching. Mohon saran dan pendapatnya karena saya lihat penurunan nilainya di kelas IV ini sangat drastis. Dan sekolah yang bagaimanakah yang cocok untuk anak saya ini?
Artini Karet Belakang, Jakarta Selatan
Jawaban :
Untuk dapat menjawab dengan tepat, diagnosa dari psikolog yang memeriksa sangat diperlukan. Ada berbagai kemungkinan yang anak ibu alami. Dari tidak ada motivasi, ADHD dengan subtipe hiperaktivitas, atau inatentivitas. Remedial teaching berguna untuk mengatasi ketinggalan pelajaran yang dialami anak ibu, dan mengejar pelajaran yang sedang dipelajari. Akan tetapi bila ketidakmampuan/kesulitan untuk konsentrasi belum tertangani, ada berbagai terapi yang dapat diberikan untuk meningkatkan kemampuan konsentrasi. Salah satunya adalah modifikasi perilaku. Orangtua dapat melakukan terapi ini sendiri, tetapi akan lebih baik jika dibantu psikolog anak.
Pada modifikasi perilaku, orangtua dapat meningkatkan waktu belajar anak secara perlahan. Ibu harus mengetahui daya tahan anak ibu saat ini. Berapa lamakah ia tahan belajar tanpa terpotong? Lima belas menitkah atau lebih?. Sesuaikan jam belajar anak dengan kemampuan anak,. Beri istirahat sejenak lalu kembali mengerjakan tugas, secara perlahan (setelah satu minggu) tingkatkan satu sesi belajar anak sebesar 5 menit.
Misal : Anak mampu bertahan selama 15 menit, dalam 1 jam waktu belajar, maka :
Sesi I : 15 menit
Istirahat 2 menit
Sesi II : 15 menit
Istirahat 2 menit
Sesi III : 15 menit
Istirahat 2 menit
Sesi IV : 15 menit
Istirahat 2 menit
Pada minggu ke-2 :
Sesi I : 20 menit
Istirahat 2 menit
Sesi II : 20 menit
Istirahat 2 menit
Sesi III : 20 menit
Istirahat 2 menit
Dan selanjutnya.
Sekolah yang disarankan adalah sekolah umum dengan perbandingan guru dan muid kecil, seperti : kelas dengan 1 guru dan 15-20 siswa. Apabila dimungkinkan, sangat disarankan agar anak disekolahkan di sekolah yang berpengalaman mengajarkan anak dengan kesulitan belajar di sekolah, atau mempunyai program khusus untuk anak dengan kesulitan belajar.
Edward Andriyanto M.Psi, Klinik Kancil
Kakak Adik Berbeda
Anak laki-laki (12 tahun) dan anak perempuan (9 tahun) saya benar-benar berbeda. Yang laki-laki malas belajar, sulit menangkap pelajaran dan tidak kreatif. Minatnya hanya olahraga. Berbeda dengan adiknya yang rajin belajar, beprestasi di sekolah dan sangat kreatif. Padahal, saya tidak membedakan mereka dalam pengasuhan. Tetapi, mengapa dengan stimulasi yang sama, hasilnya bisa begitu berbeda? Bisakah anak saya mencapai tingkat kecerdasan dan kreativitas yang sama dengan adiknya?
Anto S Cililitan, Jakarta Timur
Jawaban :
Bapak Anto, saya percaya bahwa putra Anda adalah anak yang cerdas dan kreatif, hanya tidak dalam bidang yang sama dengan adiknya. Sepertinya putra Anda memiliki kelebihan di bidang olahraga. Sebagian orang mungkin tidak menghargai kemampuan di bidang olahraga seperti bakat di bidang akademis.
Berikut beberapa hal yang dapat Bapak coba di rumah:
Kenali dan akui kelebihan putra Anda tersebut. Daftarkan ke klub olahraga dan hargai usahanya untuk berprestasi di bidang tersebut. Dengan membiarkannya melakukan aktivitas yang disukai, Anda menciptakan kesempatan bagi anak untuk memotivasi diri, dan memiliki keinginan untuk berhasil.
Akui dan tunjukkan pada kedua anak bahwa Anda dapat menerima perbedaan bidang dan kemampuan mereka, dan merka dapat berhasil di bidangnya masing-masing.
Jelaskan bahwa bidang apapun pilihannya, membutuhkan kemampuan dasar yang diajarkan di sekolah. Contohkan untuk menjadi atlet professional tetap memerlukan keahlian di bidang matematika dan bahasa. Tetapkan batas minimum untuk pekerjaan sekolahnya.
Bantu anak Anda mengerjakan tugas sekolahnya, dan upayakan untuk mengkaitkan tugas tersebut dengan kemampuannya di bidang olahraga.
Gunakan usaha dan kegigihannya di bidang olahraga untuk menggambarkan bagaimana kegigihan dapat mengatasi tantangan. Dorong dia untuk melakukan hal yang sama pada tugas-tugas sekolahnya.