>>> 000000

header
home   whats on   news   forum   resource and info   community   directory   distribution   inspired kids club
 
  babies   toddlers     tweens   teens   twins   adoption   preemies   specialneeds
     
 
 
 
 
 
 
 
This is Inspiredkidsmagazine.com Counter Hit List
 
   
  Twins

Mendampingi anak dalam perjalanan masa tumbuh kembangnya untuk menjadi generasi yang unggul secara fisik dan mental adalah aktivitas yang sangat menantang. Perasaan senang, bahagia, tegang, cemas, dan berbagai peprsaaan lain berkecamuk, datang silih berganti. Tak jarang muncul masalah dan pertanyaan yang membingungkan, namun menantang untuk segera dicari jawabannya. Melalui Inspired Kids, para pakar yang budiman akan membantu orangtua untuk mendapatkan jawaban atas berbagai pertanyaan seputar pengasuhan dan pendidikan anak, sejak janin hingga masuk usia remaja.

                     
  Pregnancy Babies Toddlers Children Tweens Teens Twins Adoption Preemies Special Needs
 
   
 

Si Kembar Malu Berinteraksi

Anak saya kembar (3 tahun), kalau di rumah mereka mau menyanyi, menari dan aktifitas apapun yg diajarkan di playgroup-nya. Tapi ketika di sekolah ataupun di PAUD, mereka seperti tidak tertarik (cenderung malu) untuk bergabung ataupun berinteraksi dengan guru-guru atau temannya. Tetapi apa yg diajarkan di sekolah mampu mereka serap dan praktekkan di rumah dengan baik. Mereka seperti merasa asing bila tidak dengan orang-orang yang ada dalam kehidupannya sehari-hari. Apa yg harus saya lakukan? Apakah karena di sekolah mereka ditunggu pengasuhnya, atau mereka merasa kurang nyaman disekolah? Terima kasih.

Hesti Jl. Bakung No.5, Baciro, Yogyakarta


Jawaban :

Ibu Hesti, beberapa anak membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi baru. Mereka dapat tampil lebih ekspresif jika sudah mengenal lingkungannya dengan baik dan merasa nyaman berada di lingkungan tersebut, termasuk di sekolah. Kurangnya kesempatan untuk bersosialisasi juga dapat membuat anak membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi. Misalnya jika sehari-harinya si kembar hanya bermain berdua saja di dalam rumah tanpa ada kesempatan bermain bersama teman lain. Menanggapi keluhan ibu, ada baiknya si kembar diberikan kesempatan yang lebih luas untuk bersosialisasi di rumah. Juga berikan motivasi untuk bermain bersama anak lainnya di sekolah, tidak hanya bermain berdua, walau tetap berada dalam satu kelompok. Mengatur kegiatan bermain bersama teman sekolah di rumah juga dapat dilakukan sehingga si kembar semakin mengenal dan dekat dengan teman-teman yang lain, yang dapat membuatnya merasa lebih nyaman di kelas.

Psi. Yelia Dini, Psikolog Klinik Kancil





Dampak Psikologis Si Kembar

Saya Memiliki anak kembar laki2 berusia 6 tahun, Mulai usia 6 bulan saya mulai mencoba memisahkan mereka, salah satu dari mereka saya titipkan kepada neneknya dan setiap akhir pekan saya jemput kembali karena saya dan istri libur kerja, pertanyaan saya adakah dampak secara psikologis terhadap anak saya yang saya titipkan kepada neneknya ? karena yang saya takutkan dia akan merasa disingkirkan dan iri kepada kembarannya yang tinggal dengan saya. terima kasih

Zulkarnain Jl.kusuma utara I blok 6 No 29 Bekasi Timur


Jawaban :

Bapak Zulkarnain, memisahkan anak pada usia 6 bulan dapat mengurangi ikatan emosional antara anak dengan orang tuanya. Sayangnya bapak tidak menyertakan alasan pemisahan tersebut. Kekhawatran bapak dapat saja terjadi, tergantung dari perlakukan bapak dan ibu terhadap kedua anak bapak. Ada baiknya orang tua tetap bersikap proporsional atau adil, serta dapat memenuhi kebutuhan keduanya tanpa ada yang terabaikan, untuk menghindari timbulnya rasa iri antara si kembar serta masalah perilaku lainnya. Jika kondisi memungkinkan,  ada baiknya mereka tinggal bersama-sama dengan bapak dan ibu untuk menghindari dampak psikologis yang lebih mendalam.

Yelia Dini, Psi





Sikembar Malu Berinteraksi

Anak kembar saya berumur 3 tahun. dirumah mereka mau menyanyi, menari dan aktifitas apapun yg diajarkan di playgroupnya. tapi ketika di sekolah ataupun di PAUD, mereka spt tdk tertarik (cenderung malu) utk bergabung ataupun berinteraksi dengan guru-guru atau temannya. tetapi apa yg diajarkan disekolah mampu mereka serap dan praktekan dirumah dengan baik. mereka seperti merasa asing bila tidak dengan orang-orang yang ada dalam kehidupannya sehari-hari. apa yg harus saya lakukan? apakah karena disekolah mereka ditunggu pengasuhnya? atau mereka merasa kurang nyaman disekolah? Terima kasih.

Hesti Jl. Bakung No.5, Baciro, Yogyakarta


Jawaban :

Ibu Hesti, beberapa anak membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi baru. Mereka dapat tampil lebih ekspresif jika sudah mengenal lingkungannya dengan baik dan merasanya nyaman berada di lingkungan tersebut, termasuk di sekolah. Kurangnya kesempatan untuk bersosialisasi juga dapat membuat anak membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi, misalnya jika sehari-harinya si kembar hanya bermain bermain berdua saja di dalam rumah tanpa ada kesempatan bermain bersama teman lain. Menanggapi keluhan ibu, ada baiknya si kembar diberikan kesempatan yang lebih luas untuk bersosialisasi di rumah. Juga berikan motivasi untuk bermain bersama anak lainnya di sekolah, tidak hanya bermain berdua, walau tetap berada dalam satu kelompok. Mengatur kegiatan bermain bersama teman sekolah di rumah juga dapat dilakukan sehingga si kembar semakin mengenal dan dekat dengan teman-teman yang lain, yang dapat membuatnya merasa lebih nyaman di kelas.

Yelia Dini, Psi





Iri pada Si Kembar

Bagaimana agar si kembar tidak saling iri satu sama lain?

2008-04-09 via email


Jawaban :

Perasaan iri atau cemburu muncul jika seorang individu menginginkan sesuatu, baik benda, perlakukan ataupun penghargaan, yang sama dengan yang didapatkan orang lain. Tidak hanya pada kembar, pada umumnya anak-anak, mudah sekali muncul perasaan iri. Perasaan iri atau cemburu dapat diminimalisir apabila seorang anak dibiasakan untuk memahami kebutuhan dirinya, sehingga ia dapat merasa puas dengan benda ataupun perhatian yang dimilikinya. Kedua orangtua, ayah dan ibu, perlu terlibat secara aktif dalam proses interaksi dengan anak, agar mereka tidak menggantungkan harapan bisa mendapatkan kepuasan secara emosional dari salah satu orangtuanya, sehingga dapat menimbulkan perasaan cemburu.  
Pada anak kembar, yang terpenting adalah orangtua tidak membiasakan untuk menyeragamkan kebutuhan anak sejak bayi. Keunikan setiap anak tetap terperhatikan sehingga mereka pun cepat memiliki pemahaman mengenai kebutuhan dirinya secara pribadi. Walaupun misalnya setiap anak memiliki pengasuh khusus untuk dirinya, namun anak perlu dibiasakan untuk bekerja sama dalam aktivitas yang dilakukannya. Perasaan iri atau cemburu justru sering diperkuat karena orang dewasa terlalu campur tangan dalam permasalahan yang dihadapi anak.

Seni Sinaga, MPsi, Klinik Kancil